sekilas Dongeng masyarakat-santri
ancaman serius menjurus pada suatu negeri yang sampai sekarang berkembang pesat penduduknya, bukan hanya dari tatanan masyarakat saja, melainkan dari semua aspek, yang menurut hemat saya amat disayangkan jika ini dibiarkan atau menjadi dongeng berkeliaran. jangan tanyakan pada pemerintah yang senantiasa membuat planing dan mengurusi semua kebutuhan masyarakatnya, namun tanyakanlah pada negeri yang penuh dengan dongeng politik ini. setiap hari kebutuhan masyarakat semakin meningkat, baik berupa SDA atau SDM, dengan peningkatan itu jelas ini bukan hanya sekedar kebutuhan biasa. kejenuhan masyarakat sekarang berpusat pada kerlap-kerlip lampu yang menghias di malam hari, sejak bulan maret sampai sekarang tagihan listrik selalu meningkat, dengan alasan subsidi yang ada sekarang sudah dicabut, meskipun itu hanya bagi R1 (rumah tangga) tentu ini memberatkan masyarakat lebih-lebih masyarakat pedesaan seperti kita-kita. kini mulai beredar peraturan baru lagi "jika dalam dua bulan berturut-turut tidak bayar maka aliran energi listrik yang ada akan dicabut dan diganti dengan listrik eletrik (bergantung pada pulsa)" mengharukan sekali, namun untuk S1 (sosial) seperti sekolah, pon-pes,mosholla, mesjid dll, tetap tidak ada perubahan, kalaupun ada perubahan.!!! yang sifatnya tidak menekanlah. bahkan keinginan serius untuk dilegalkan sebagaimana peraturan-peraturan yang lain, tenaga listrik yang sifatnya sosial lebih-lebih mesjid dan pon-pes di GRATISKAN. hal ini bisa dipastikan jika pesantren sudah masuk dalam tatanan undang-undang negara. seperti yang sudah di sampaikan oleh wakil bupati kab. malang pada saat hari santri. tentu ini lebih memuaskan sebagai kebutuhan bersama...
#santri
#rakyat
#negara_indonesia
ancaman serius menjurus pada suatu negeri yang sampai sekarang berkembang pesat penduduknya, bukan hanya dari tatanan masyarakat saja, melainkan dari semua aspek, yang menurut hemat saya amat disayangkan jika ini dibiarkan atau menjadi dongeng berkeliaran. jangan tanyakan pada pemerintah yang senantiasa membuat planing dan mengurusi semua kebutuhan masyarakatnya, namun tanyakanlah pada negeri yang penuh dengan dongeng politik ini. setiap hari kebutuhan masyarakat semakin meningkat, baik berupa SDA atau SDM, dengan peningkatan itu jelas ini bukan hanya sekedar kebutuhan biasa. kejenuhan masyarakat sekarang berpusat pada kerlap-kerlip lampu yang menghias di malam hari, sejak bulan maret sampai sekarang tagihan listrik selalu meningkat, dengan alasan subsidi yang ada sekarang sudah dicabut, meskipun itu hanya bagi R1 (rumah tangga) tentu ini memberatkan masyarakat lebih-lebih masyarakat pedesaan seperti kita-kita. kini mulai beredar peraturan baru lagi "jika dalam dua bulan berturut-turut tidak bayar maka aliran energi listrik yang ada akan dicabut dan diganti dengan listrik eletrik (bergantung pada pulsa)" mengharukan sekali, namun untuk S1 (sosial) seperti sekolah, pon-pes,mosholla, mesjid dll, tetap tidak ada perubahan, kalaupun ada perubahan.!!! yang sifatnya tidak menekanlah. bahkan keinginan serius untuk dilegalkan sebagaimana peraturan-peraturan yang lain, tenaga listrik yang sifatnya sosial lebih-lebih mesjid dan pon-pes di GRATISKAN. hal ini bisa dipastikan jika pesantren sudah masuk dalam tatanan undang-undang negara. seperti yang sudah di sampaikan oleh wakil bupati kab. malang pada saat hari santri. tentu ini lebih memuaskan sebagai kebutuhan bersama...
#santri
#rakyat
#negara_indonesia
Comments
Post a Comment