puisi keberanian Kalian yang berkuasa Kamu yang diberi kebijakan Kalian yang mengatur Kamu yang mematuhi peraturan Kalian yang punya nama Kamu yang disuruh menjagakan Kalian yang pnya tahta Kamu yang disuruh meneruskan Kalian yang punya sikap seolah raja Kamu yang harus berkata iya distiap seruhannya. Tidak... Semua itu naif Bumi kita bukan bumi memarginalkan Bumi kita bukan bumi penjajahan Bumi kita bukan bumi apatis Sadar kalian... Kalian siapa.... Apa yang sudah kalian berikan pada bumi tercinta ini... Kamu juga.... Tidakkah kamu sadar,berfikir,merenungi, Djadikan objek kemarahan Dikerdilkan dibahagiakan meskipun wibawa kamu korbankan Pikirkan....!
Posts
Showing posts from July, 2017
- Get link
- X
- Other Apps
Kiai Dadakan Hujan, terdengar deras sekali malam ini. Air anugerah dari langit itu menciptakan suasana lebih semangat lagi bagi saya untuk semakin memeluk bantal. Menarik selimut sekencang mungkin, seraya kaki menahan lalu membungkuk. Nikmat sekali. Suasana riuh hujan itu membekukan segala aktifitas saya, meski untuk sekedar membuat kopi. Geludduar. 😬 Tiba-tiba saja badai petir menggila di atas pondok loteng. Kontan semua orang terkejut. Tak terkecuali saya, bayangan wajah seseorang yang tersenyum itu hilang seketika. Sepertinya, bila memperhatikan suara yang begitu dekat, sambaran gledek sudah menghantam dengan begitu murkanya terhadap pohon kelapa. Ya. Suara itu sangat mengarah pada pohon yang menjulang tinggi sebelah barat pondok. Membahana dan terdengar sangat murka. puas sekali. Barangkali pohon kelapa yang tidak tahu-menahu kesalahannya hanya diam, dengan pucuk menggosong. Selepas kejadian itu hanya bunyi-bunyi kecil gluduk yang jauh di ujung sana, tinggal kil...
- Get link
- X
- Other Apps
KH. Maemoen Zubair; Uang Mahar Nikah itu Berkah Nasehat Mbah Kyai Maemoen Zubair buat cowok-cowok yang masih jomblo dan hendak nikah: "Nak, kamu kalo nikah usah akan mahar istrimu yang banyak walaupun calon istrimu cuman minta mahar seperangkat sholat, jika nggak punya uang kalo bisa ya nyari-nyari dulu, karena uang mahar itu berkah jika dipakai usaha, jadi nanti setelah nikah kamu minta izin istri jika uang itu dipakai modal usahamu. Insyaalloh nanti usaha kamu berkah." Rasulullah Saw memberikan mahar senilai 500 dirham kepada Aisyah. Setara dengan 50 dinar atau 200 gram emas atau sekitar 100 juta rupiah. Pada zaman itu 1 dinar setara 10 dirham. Pada saat itu harga seekor kambing hanya 5-10 dirham, jadi maharnya cukup untuk membeli 50-100 ekor kambing. Aisyah berkata,”Mahar Rasulullah kepada para isteri beliau adalah 12 Uqiyah dan satu nasy”. Aisyah berkata,”Tahukah engkau apakah nash itu?”. Abdur Rahman berkata,”Tidak”. Aisyah berkata,”Setengah Uuqiyah”. Jadi sem...
- Get link
- X
- Other Apps
puisi "kedzaliman negri Kepulauan" Kerusuhan dimana-mana fitnah dimana-mana yang benar disalahkan yang salah sibenarkan yang atas berkuasa yang bawah merana Yang atas menisdas yang bawah tertindas Yang mudah dipersulit yang sulit dipermudah yang pintar seenaknya yang goblok malah menurutinya kepulauan macam apa ini??? Stiap kebenaran ditolak dengan hurak-rakan stiap kesalaha diterima dengan tenanang semua dipertontonkan semua hadir menyaksikan semua ikut serta dalam memutuskan benarkah negri kepulaua ??? ..... ........ ...........
- Get link
- X
- Other Apps
sekilas Dongeng masyarakat-santri ancaman serius menjurus pada suatu negeri yang sampai sekarang berkembang pesat penduduknya, bukan hanya dari tatanan masyarakat saja, melainkan dari semua aspek, yang menurut hemat saya amat disayangkan jika ini dibiarkan atau menjadi dongeng berkeliaran. jangan tanyakan pada pemerintah yang senantiasa membuat planing dan mengurusi semua kebutuhan masyarakatnya, namun tanyakanlah pada negeri yang penuh dengan dongeng politik ini. setiap hari kebutuhan masyarakat semakin meningkat, baik berupa SDA atau SDM, dengan peningkatan itu jelas ini bukan hanya sekedar kebutuhan biasa. kejenuhan masyarakat sekarang berpusat pada kerlap-kerlip lampu yang menghias di malam hari, sejak bulan maret sampai sekarang tagihan listrik selalu meningkat, dengan alasan subsidi yang ada sekarang sudah dicabut, meskipun itu hanya bagi R1 (rumah tangga) tentu ini memberatkan masyarakat lebih-lebih masyarakat pedesaan seperti kita-kita. kini mulai beredar peraturan baru ...
- Get link
- X
- Other Apps
Adu nasib bersama internet sudah sepantasnya gadget yang ada di pungsikan dengan teliti dan benar, bahkan jika lebih profesional lagi akan menghasilkan nominal-nominal yang bermuara dalam warna-warni kertas berserakan. karena bukan tidak mungkin lagi, lebih-lebih serba modern para pemuda bangsa ini tak pernah kosong jari-jemarinya dari eletronik yang berupa handpond, dari tingkatan siGNal E, naik lagi H+, berubah lagi 3G, berubah lagi 4G. hal ini menandakan keinginan untuk se lalu update terbuka lebar pada diri mereka. pemuda bangsa lebih senang mencari ketenangan diri untuk berkreasi, melalui internet yang berlabel WIF, entah apa yang sebenarnya mereka lakukan,,?? lebih-lebih warung kopi, hampir stiap malam dipadati dengan wajah-wajah ayem tenang seakan tak ada problem apapun dalam pikirannya, jika ditelaah lebih dalam lagi WIF atau kuota (paketan) bisa dikatakan kebutuhan pokok oleh sebagian dari mereka. bagaimana tidak??? setiap mereka yang sudah kehabisan paketan atau WIF n...