anggaran proposal
PROPOSAL PROGRAM HIBAH BINA DESA
Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Melalui Pelatihan
Untuk Meningkatkan Keterampilan Pengolahan Minyak Kelapa
di Desa Sungai Kakap
Kabupaten Kuburaya
Oleh :
Muslimat (211300036/ 2017)
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(IKIP-PGRI PONTIANAK)
PONTIANAK
2016
A . Judul
Pengentasan KemiskinanMasyarakatMelalui PelatihanUntuk
Meningkatkan Keterampilan PengolahanMinyak Kelapa di DesaiSungai Kakap Kecamatan
Sungai Kakap
Kabupaten Kubu Raya.
B.
Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negari yang kaya akan kekayaan
alamnya. Bahkan sebuah syarir menyebutkan indonesia sebagai “Tanah Surga”. Hal
ini dikarenakan hampir semua tanaman dapat tumbuh diindonesia termasuk salah
satunya tanaman kelapa. Buah kelapa adalah buah yang sering dijumpai di Desa
Sungai Kakap.Desa sungai kakap sendiri adalah Desa yang terletak di Kecamatan Sungai
KakapKab. Kubu Raya, Desa ini merupakan desapenghasilbuahkelapa yang cukupbesar
di kecamatanSungaiKakap.KelapadariDesaSungaikakapadalahjeniskelapalokalyang memilikiumurpanjangdibandingkelapaHibrida,
selainituperawatanlebihmudahdansangatcocokuntukdaerahtropisdanpesisir.Luasperkebunankelapa
di DesaSungaiKakap1.960hektar,denganhasilproduksikelapaperhariberkisar20.000-25.000 bijiataujikadalambentukKopra4hingga5tonperhari,sehinggadalam1 bulanproduksikopradariDesaSungai Kakap sebesar150 ton danjikadihitungselama 1
tahun 1.800 ton.Kelapasendiri adalah hasil bumi yang dapat diolah menjadi
Santan kelapa,yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk
campuran sayur, makanan dll, selain itu buah kelapa juga biasanya di buat
menjadi kelapa kopra, dan gulamerah/gulakelapa.
Desa Sungai Kakap merupakan salah satu Desa yang mayoritas dari penduduknya
bekerja sebagai petani dan nelayan.Terdapat 50%penduduk bermatapencaharian sebagai petaninelayan,30% di berbagai sektor (Karyawan,Pedagang,PNS)dan 20% sisanyatidak menetap/pengangguran. Desa Sungai Kakap memiliki
banyak potensi di bidang pertanian, dan perikanan dibidang pertanian khususnya
kelapa. Namun sampai saat ini dengan kekayaan alam di bidang pertanian dan
perikanan yang berlimpah di desa Sungai Kakap belum mampu menghantarkan kepada
kemandirian pangan. Hal ini dikarenakan masyarakat belum mampu mengolah hasil
bumi tersebut sebagai komoditi unggulan desa yang dapat dijadikan ikon desa
yang dapat di promosikan.
Melalui pengoptimalan salah satu komuditi unggulandesa Sungai Kakap yaitu
buah kelapa yang kami gagas inimerupakan salah satu langkah kami melakukan
pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini bertujuan mengurangi
angka pengangguran dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat khususnya ibu-ibu
dan pemuda-pemudi pengangguran di desa Sungai Kakap.Hal ini sejalan dengan program pemerintah Presiden Joko Widodo yang mana
dalam Nawacitanya menyebutkan pentingnyaMendayagunakan potensidansumberdayalokalsesuaikarakteristikwilayah
untuk di promosikan, serta perlunya pelatihan dan pengembangan keterampilan kepada
masyarakat untuk kesejahtraan masyarakat.
Sejalan dengan program pemerintah Hendri Oktavia, selakuKepala Desa Sungai
Kakap sempat menyebutkan bahwa masyarakat desa Sungai Kakap sangat perlu adanya
pendampingan serta pelatihan dalam pengolahan buah kelapa menjadi minyak
goreng. Hal ini penting agar potensi yang ada sekitar masyarakat dapat diolah
dan dapat dimanfaatkan demi kemajuan masyarakat sendiri khususnya demi memenuhi
kebutuhan sehari-hari dan tidakbergantung kepada produkyang dikonsumsi selama
ini, yang belum di ketahui keamananyabagi kesehatan.
Oleh karena itu kami dari organisasi Himpunan Mahasiswa Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan (HIMA PPKn) Yang merupakan salah satu organisasi
mahasiswa daerah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP-PGRI Pontianak)
melalui Program Hibah Bina Desa berinisiatif mengembangkan pengolahan buah kelapa
untuk menambah nilai tambah atau nilai jual, sehingga dapat meningkatkan
pendapatan dan menekan angka pengangguran yang ada di Desa Sungai Kakap,
Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Hal ini bukan hanya untuk
mengembangkan potensi Kabupaten Kubu Raya saja melainkan guna meningkatkan
perekonomian sehingga menjamin kesejahtraan dan kesehatan masyarakat sekitar Desa
Sungai Kakap. Selain itu melalui program ini juga dapat meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Sungai
Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Sehingga Harapanya kedepan Desa Sungai Kakap dapat di kenal dengan desa yang Mandiri
dan kreatif karena memiliki ikon hasil bumi yang dapat di olah sendiri sehingga
dapat menjadi percontohan pengolahan minyak kelapa terbaik. Sehingga mendapatkan
predikatdesa MKK“Mandiri Kelas Kakap”dan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa
yang memiliki potensi yang sama dengan Desa Sungai Kakap.
C.
Rumusan Masalah
Melihat latar
belakang diatas, maka masalah yang akan dibahas dalam program ini adalah:
1. Bagaimana cara memberdayakan peran masyarakat desa sungai kakap dan warga
desa dalam rangka pembentukan kemandirian desa ?
2.
Bagaimana cara mengatasi jumlah pengangguran di desa Sungai
Kakap?
3.
Bagaimana cara meningkatkan pendapatan masyarakat desa Sungai
Kakap?
4.
Bagaimana cara merealisasikan home industry untuk meningkatkan added value ?
5.
Bagaimana dampak Program Hibah Bina Desa atas Pola pikir, tingkat konsumsi
minyak kelapa,dan peningkatan ekonomi masyarakat desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya ?
6.
Bagaimana cara membentuk kelembagaan kelompok tani kelapa yang dapat di
kelola secara mandiri oleh masyarakat dan di gunakan untuk kebutuhan masyarakat
sehari hari?
D.
Tujuan
Tujuandari
program iniantara lain:
1.
Memberdayakan masyarakatdesa Sungai Kakapdalam rangka pembentukankemandirian desa.
2.
Mengurangi angka kemiskinan di desa Sungai Kakap.
3.
Mengurangi pengangguran dengan membuka lapangan kerja di desa Sungai Kakap.
4.
Meningkatkan konsumsi masyarakat pada hasil bumi olahan masyarakat desa
sendiri.
5.
Menciptakan sumber keuangan baru bagi masyarakat bagi masyarakat desa Sungai Kakap.
6.
Menjadikan desa Sungai Kakap sebagai center
of konwledge dari tanaman kelapa.
7.
Terbentuknya suatu Unit Kelompok Tani (UTK) tani tanaman kelapa yang dapat di
kelola secara mendiri oleh masyarakat.
E.
Indikator Keberhasilan Program
Indikator keberhasilan dari program ini:
1.
Pemahaman, dan meningkatnya keterampilan masyarakat desa Sungai Kakap dalam
mengolahan dan pemanfaatan buah kelapa.
2.
Masyarakat dapat mengkonsumsi dan dan mengolah buah kelapa menjadi minyak
kelapa.
3.
Tingkat pendapatan dan konsumsi minyak kelapa olahan masyarakat desa sungai
kakap meningkat.
4.
Dapat menjual dan memasarkan produk ke berbagai UKM yang ada di sekitar
Kecamatan Sungai Kakap, maupun kepada distributor resmi seperti pengusaha di
berbagai kota misalnya: PT. Indofood, PT. Wings Food, dan lain-lain.
KORP MASYART TANGGAP BECANA (KMTB)
Kuliah tahan bencana
F.
Luaran
yang Diharapkan
Luaran yang ingin di capai baik saat program berjalan
maupun setelah program berjalan adalah masyarakat memiliki buku panduan dari panitia dan
plang-plang peringatan bencana yang dibuat oleh masyarakat, diharapkan tercipta
sebuah keterampilan dan kesiapan
menghadapi bencana. Selain itu di harapkan pula
setelah program ini berjalan di desa Sitiarjo , Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, terbentuknya lembaga lokal yang mampu mewadahi program
tersebut, misalnya
Korp Masyarakat Tanggap Bencana (KMTB) yang dapat digunakan
sebagai wadah pendidikan masyarakat dalam menghadapi bencana dengan hasil
masyarakat dapat tanggap bencana dengan benar dan tepat. Dengan keberadaan lembaga tersebut di harapkan dapat membantu masyarakat
dalam pengoptimalan
pendidikan sehingga dapat melatih masyarakat untuk berlembaga dan bekerjasama satu
sama lain.
G.
Kegunaan
Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program ini
adalah sebagai berikut :
1.
Meningkatnya pendapatan masyarakat karena masyarakat mendapat tambahan
penghasilan selain hasil yang didapat pada pekerjaan utamanya.
2.
Mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan masyarakat di desa Sungai Kakap.
3.
Bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya tentang
pengolahan minyak kelapa.
4.
Meningkatkan nilai tambah/produktivitas dari pengolahan buah kelapa.
5.
Tingkat penggunaan minyak kelapa pada masyarakat meningkat, sehingga dapat
mengurangi penggunaan bahan kimia dan pengawet pada minyak yang dijual di
pasaran dan dapat menanggulangi penyakit.
H.
Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
Desa Sungai
Kakap terletak di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, ProvinsiKalimantan
Barat. Desa ini memiliki luas Wilayah 2.862 Ha, mayoritas penduduknya merupakan masyarakat dari
kalangan ekonomi menengah ke bawah dan bertumpu pada
sektor Pertanian dan perikanan. Pendapatan masyarakat pun
tidak menentu. Hal ini dikarenakan saat musim penghujan,debit air bertambahdan pada
musim barat di tandai air pasang, banjir dan angin kencang. Sehingga
menyebabkan gagal panen bagi petani dan tidak dapat mengais rezeki di lautan
sebagai nelayan.
Desa
sungai kakap memiliki jumlah penduduk berjumlah
11.749jiwadengan pembagian 5.875 jiwa merupakan laki-laki dan 5.874 jiwa
merupakan perempuan dengan jumlah KK sebanyak2.575KK,36 % Penduduk dalam usia produktif.Hal ini menggambarkan bahwa tenaga kerja
yang tersedia cukup banyak. Tetapi lapangan pekerjaan yang tersedia belum mampu menampung mereka
semua sehingga banyak dari mereka bekerja menjadi buruh serabutan dan
penghasilan tidak menentu. Hal ini salah satu penyebab banyaknya pengangguran di
desa Sungai Kakap.
Menurut Hendri Oktavia, Kepala Desa Sungai Kakap sempat menyebutkan bahwa
masyarakat desa Sungai Kakap sangat perlu adanya pendampingan
serta pelatihan dalam pengolahan buah kelapa menjadi minyak goreng. Hal ini penting
agar potensi yang ada sekitar masyarakat dapat diolah dan dapat dimanfaatkan
demi kemajuan masyarakat sendiri khususnya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari
dan tidakbergantung kepada produk yang belum di ketahui keamananyabagi kesehatan
dari produk minyak goreng yang di konsumsi selama ini.
Selain itu harapanya akan
terbentuk suatu kelembagaan seperti Unit Kelompok Tani (UKT) tanaman kelapa
yang dapat di kelola secara mandiri oleh masyarakat. Selain itu dapat di bentuk
suatu industri pengolahan minyak kelapa. Sehingga harapanya kedepanya
masyarakat akan memiliki pekerjaan yang tetap dan dapat di jadikan penopang
perekonomian desa tersebut.
I.
Metode Pelaksanaan
Program Pengabdian masyarakat di desa Sungai Kakap ini
akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut adalah sebagai
berikut:
1.
Identifikasi Masalah
(Gambar Pengolahan Buah Kelapa Pada Masyarakat Desa Sungai Kakap)
Pengolahan buah
kelapa pada masyarakat desa Sungai Kakap belum lah optimal karena hanya dimanfaatkan, menjadi santankelapa dan kopra, dan gula
merah/gula kelapa.
2. Analisis
Kebutuhan
Desa Sungai Kakap, merupakan salah satu desa yang mayoritas dari
penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan, memiliki kelas ekonomi menengah ke bawah yang bertumpu pada sektor pertanian dan perikanan. Pendapatan masyarakat pun
tidak menentu karena lapangan pekerjaan yang tersedia belum mampu menampung
mereka semua sehingga banyak dari mereka bekerja menjadi buruh serabutan dengan
penghasilan tidak menentu. Hasil bumi seperti buah kelapa belum mampu
menghantarkan kepada kemandirian pangan, hal ini dikarenakan masyarakat belum
mampu mengolah hasil bumi tersebut sebagai komoditi unggulan desa tersebut. Sehingga
melalui Program Hibah Bina Desa kami berinisiatif mengembangkan pengolahan buah
kelapa untuk meningkatkan nilai tambah dari pengolahan buah kelapa sehingga
dapat meingkatkan pendapatan masyarakat yang ada di desa Sungai Kakap,
Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Hal ini bukan hanya untuk
mengembangkan potensi Kabupaten Kubu Raya saja melainkan guna meningkatkan
perekonomian sehingga menjamin kesejahtraan dan kesehatan masyarakat sekitar desa
Sungai Kakap.
3.
Pemetaan Kondisi Masyarakat
Dari analisis sebelumnya akan ditemukan hubungan saling
terkait antara elemen yang satu dengan lainya. Salah satunya adalah
kesejahtraan, kesejahtraaan dipengaruhi oleh aspek kemampuan ekonomi dan
pendidikan. Untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahtraan maka
diperlukan faktor eksternal sebegai pemercepat seperti aspek kreatif dan
mandiri.
4.
Tahap persiapan
a.
Koordinasi antar anggota tim dengan dosen pembimbing, untuk pembahasan
pelaksanaan program dan penjadwalan.
b.
Koordinasi dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (HIMA PPKn) selaku organisasi Pelaksana Program Hibah Bina Desa
di desa Sungai Kakap.
c.
Koordinasi dengan Kepala Desa Sungai Kakap beserta tokoh dan perangkat desa
setempat untuk sosialisasi program terkait.
d.
Pembentukan TIM Korlap (Kordinator Lapangan) dengan para pemuda-pemudi desa
Sungai Kakap hal ini untuk mempermudah dalam pelaksanaan program.
e.
Survei waktu dan tempat pelaksanaan. Guna menentukan kriteria warga yang
akan di ajak menjalankan program ini.
f.
Penyusunan Modul. Hal ini digunakan untuk memudahkan dalam pelaksanaan
program pengolahan minyak kelapa.
1.
Tahap Pelaksanaan
a.
Tahap Sosialisasi Program Hibah Bina Desa. Sosialisasi berisi gambaran program yang akan
dijalankan. Misal penjelasan awal tentang tujuan masyarakat di kumpulkan, penjelasan
mengenai program-program yang akan di lakukan dan prospek dari kegiatan yang
akan dilaksanakan. Hal ini bertujuan untuk menarik simpatik warga agar bersedia
bekerja sama dalam pelaksanaan program. Selanjutnya akan dilakukan pembentukan
peguyuban “Bina Masyarakat Mandiri dan Berkesejahtraan” sebagai lembaga yang
menangani program ini.
b.
Training I tentang pemeliharaandan pemilihan kelapa.Hal ini bertujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat
agar bagaimana cara perawatan kebun kelapa, dan pemilihan jenis-jenis kelapa,
dan gambaran pasar yang akan dituju dari pengolahan minyak kelapa. Training ini
di isi oleh ahli pertanian kelapa dan acara diisi dengan diskusi dan pemberian
contoh langsung kepada masyarakat.
c.
Training II tentang pengolahan dan pemasaran minyak
kelapa. Kegiatan ini dilakukan oleh instansi terkait (Dinas
Pertanian, UMKM, dan Disperindakop) serta swasta (Pengusaha). Hal ini bertujuan
membuka wawasan masyarakat dengan berbagai olahan dari buah kelapa serta
bagaimana proses pemasaranya.
d.
Pelatihan promosi dan publikasi melalui situs WEB dan
Sosial Media.
Dalam tahap ini
masyarakat akan mendapatkan pelatihan tentang proses pembuatan WEB dan cara
menggunakan sosial guna mempromosikan serta mempublikasikan produk yang mereka
hasilkan, dengan demikian masyarakat juga akan menambah pengetahuanya dibidang
Tekhnologi Informatika dalam proses promosi.
e.
Persiapan alat dan bahan. Sebelum dilakukan kegaiatan produksi minyak kelapa, alat dan bahan harus
dipersiapkan dahulu. Tim bersama masyarakat dan HIMA PPKn bekerja sama dalam
hal persiapan alat dan bahan tersebut.
f.
Pendistribusian alat dan bahan. Alat dan bahan yang telah siap lansung didistribusikan kepada kelompok
peguyuban “Bina Masyarakat Mandiri dan Berkesejahtraan”. Yang merupakan bagian
dari perwakilan masyarakat desa Sungai Kakap yang berkeinginan mengikuti
program tersebut.
g.
Pengolahan Minyak kelapa. Dalam tahap ini mayarakat sudah mulai mengolah sendiri buah kelapa
menjadi minyak kelapa yang siap untuk di kemas dan dipasarkan.
h.
Pengemasan.Dalam tahap ini
masyarakat akan di pandu dengan mendesain kemasan produk yang semenarik mungkin
sehingga dapat menarik perhatian konsumen.
i.
Pemasaran. Masyarakat akan
dipandu dalam kegiatan pemasaran. Dalam hal ini Tim selaku fasilitator akan
membantu dalam hal pencarian mitra untuk pemasaran. Misal,UKM, Toko-toko/warung,
bahkan distributor resmi yang berada di kota seperti, PT. Indofood, PT. Wings food,
dll. Sehingga masyarakat tidak susah dalam memasarkan produknya. Selain itu peguyuban
“Bina Masyarakat Mandiri dan Berkesejahtraan” akan membuat sebuah kios untuk
memasarkan di wilayah Kecamatan Sungai Kakap dan sekitarnya. Pemasaran
dilakukan baik Online, maupun Offline.
2. Tahap Evaluasi.Setelah melalui proses pemeliharaan
dan pemilihan kelapa hingga pemasaran akan dilaksanakan evaluasi untuk
keberjutan program ini. Kedepanya program ini akan menjadi program yang
berkelanjutan sehingga tidak hanya berhenti ketika pelaksnaan program hibah
bina desa ini selesai. Untuk itu dilakukan evaluasi sekaligus minotoring oleh
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan selaku organisai
Mahasiswa. Sekaligus terus mempromosikan desa Sungai Kakap, sebagai desa MKK“ Mandiri Kelas Kakap” dan dapat menjadi inspirasi bagi
desa-desa yang memiliki potensi yang sama dengan desa Sungai kakap.
J.
Jangka Waktu Pelaksanaan
Berikut adalah jangka waktu pelaksanaan program ini:
|
Kegiatan
|
Bulan I
|
Bulan II
|
Bulan III
|
Bulan IV
|
||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
|
Tahap persiapan
(Koordinasi, survei, dst)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tahap Pelaksanaan
|
|
|||||||||||||||
|
Training I
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Training II
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pelatihan promosi dan
publikasi melalui situs WEB dan Sosial Media
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Persiapan alat dan bahan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pendistribusian alat dan bahan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengolahan Minyak kelapa
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengemasan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pemasaran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tahapan Evaluasi dan Pelaporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
K.
Kemitraan
Demi keberlansungan program ini diperlukan kerjasama
dengan beberapa pihak yang dapat membantu pelaksanaan program ini, pihak-pihak
tersebut di antaranya:
1.
Pemerintahan Daerah dalam hal ini pemerintah daerah Kabupaten Kubu Raya
serta pemerintah Desa Sungai Kakap.
2.
Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Koperasi, Dinas UMKM dan Dinas
Pariwisata selaku pihak-pihak yang dapat membantu dalam pelaksanaan program
seperti penyuluhan program, penyuluhan pemeliharaan dan pemilihan jenis kelapa,
penyuluhan pemasaran, permodalan, dan promosi desa Sungai Kakap sebagai kampung
MKK“ Mandiri Kelas Kakap” sebagai percontohan kampung kemandirian di
Kabupaten Kubu Raya.
3.
Pihak swasta,
UKM dan Toko-toko dalam hal ini sebagai sasaran dari penjualan hasil olahan
buah kelapa. Kedepanya tim berharap program ini dapat bermitra dengan
perusahaan yang bergerak di bidang sembako, seperti PT. Indofood, PT. Wings
Food dan lain-lain.\
4. Bidang keilmuan, dalam hal ini Tim bersama Mahasiswa
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran selaku fasilitator dari segi keilmuan
bekerja sama dengan dosen IKIP-PGRI Pontianak, khususnya dalam pengembangan
teknologi serta program ini untuk kedepanya.
L.
Rancangan
Biaya
|
No.
|
Urutan Kegiatan/Belanja/Detail
|
|
|
Volume
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah
(Rp)
|
|
1.
|
PERSIAPAN DAN
PENGELOLAAN
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
Belanja Bahan
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Amplop
|
1 lbr
|
10 kali
|
10 OK
|
15000
|
15.000
|
|
|
-
Materai
|
1 lbr
|
5 kali
|
5 OK
|
6000
|
30.000
|
|
|
-
Kertas
A4
|
2 rim
|
1 kali
|
2 OK
|
43000
|
86.000
|
|
|
-
Cap
|
1 buah
|
1 kali
|
1 OK
|
43000
|
130.000
|
|
|
2. Belanja Non Operasional
|
|
|
|
|
|
|
|
-
PembuatanBukuPanduan
|
50 Paket
|
1 kali
|
50 OK
|
70.000
|
3.500.000,-
|
|
|
-
Pembuatan
domain web, Hosting
|
1 Domain
|
1 kali
|
1 OK
|
1.500.000
|
1.500.000
|
|
|
-
Koordinasi
|
3 orang
|
6 Kali
|
18 OK
|
75.000
|
750.000
|
|
|
-
Pengadaanringkasansosialisasi
|
50 set
|
50 lbr
|
250 OK
|
1000
|
250.000
|
|
|
-
PengadaanBajuPeserta
|
50 buah
|
1Kali
|
50 OK
|
60.000
|
3.000.000
|
|
|
-
PengadaanBajuPanitia
|
40 buah
|
1Kali
|
40 OK
|
60.000
|
2.400.000
|
|
|
Seluruh Jumlah 1
|
|
|
|
|
11.634.000
|
|
2.
|
PELAKSANAAN
SOSIALISASI PROGRAM
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
BelanjaBarang Non
Operasional
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Sewagedung
|
1 Gedung
|
1 kali
|
1 OK
|
500.000
|
500.000
|
|
|
-
Pembuatan
Benner
|
1 buah
|
1 kali
|
1 OK
|
150.000
|
150.000
|
|
|
-
Konsumsi Peserta
|
50 buah
|
1 kali
|
50 OK
|
10.000
|
500.000
|
|
|
-
Konsumsi Panitia
|
40 buah
|
1 kali
|
40 OK
|
10.000
|
400.000
|
|
|
-
Tamu Udangan
|
3 buah
|
1 kali
|
10 buah
|
10.000
|
30.000
|
|
|
2.
Belanja Perjalanan
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Transportasikekakap
|
20 orang
|
1 kali
|
20 OK
|
20.000
|
400.000
|
|
|
Seluruh Jumlah 2
|
|
|
|
|
1.980.000
|
|
|
TRAINING I:
PENGELUARAN
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
BelanjaBarang Non
Operasional
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Sewagedung
|
1 Gedung
|
1 kali
|
1 OK
|
500.000
|
500.000
|
|
|
-
Penyewaan Infocus
|
1 buah
|
1 kali
|
1 OK
|
70.000
|
70.000
|
|
|
-
Pembuatan Benner
|
1 buah
|
1 kali
|
1 OK
|
150.000
|
150.000
|
|
|
-
Konsumsi Peserta
|
50 buah
|
1 kali
|
50 OK
|
10.000
|
500.000
|
|
|
-
KonsumsiPanitia
|
40 buah
|
1 kali
|
40 OK
|
10.000
|
400.000
|
|
|
-
Tamu Udangan
|
3 buah
|
1 kali
|
10 buah
|
10.000
|
30.000
|
|
|
-
Akomodasi
Pemateri
|
2 Orang
|
1 kali
|
2 orang
|
250.000
|
500.000
|
|
|
-
Publikasi/
Dokumentasi
|
1
|
1 kali
|
1 OK
|
150.000
|
150.000
|
|
|
Sub Jumlah 3
|
|
|
|
|
2.300.000
|
|
3
|
TRAINING II:
PENGELUARAN
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
BelanjaBarang Non
Operasional
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Sewagedung
|
1 Gedung
|
1 kali
|
1 OK
|
500.000
|
500.000
|
|
|
-
Pembuatan
Benner
|
1 buah
|
1 kali
|
1 OK
|
150.000
|
100.000
|
|
|
-
KonsumsiPeserta
|
50 buah
|
1 kali
|
50 OK
|
10.000
|
500.000
|
|
|
-
KonsumsiPanitia
|
40 buah
|
1 kali
|
40 OK
|
10.000
|
400.000
|
|
|
-
AkomodasiPemateri
|
2 Orang
|
1 kali
|
2 orang
|
200.000
|
400.000
|
|
|
-
Publikasi dan
Dokumentasi
|
1
|
1 kali
|
1 OK
|
100.000
|
100.000
|
|
|
Sub Jumlah 4
|
|
|
|
|
2.000.000
|
|
4.
|
BELANJA PENGADAAN ALAT DAN BAHAN
|
|
|
|
|
|
|
|
Belanja bahan
|
|
|
|
|
|
|
|
-
PembelianKelapa
|
4000 buah
|
1 Kali
|
4000 OK
|
1.000
|
4.000.000
|
|
|
-
MesinParut
|
1 Buah
|
1 kali
|
1 OK
|
4.512.000
|
4.512.000
|
|
|
-
Baji
|
5 buah
|
1 kali
|
5 OK
|
1.00.000
|
500.000
|
|
|
-
Wajan
|
3 Buah
|
1 kali
|
3 OK
|
250.000
|
750.000
|
|
|
-
Parang Kelapa
|
5 buah
|
1 kalli
|
5 OK
|
150.000
|
750.000
|
|
|
-
Plastik Kemasan
|
4000 buah
|
1 kali
|
4000 OK
|
1000
|
4.000.000
|
|
|
-
Mesin Perekat Plastik
|
1 Buah
|
1 kali
|
1 OK
|
400.000
|
400.000
|
|
|
Sub Jumlah 5
|
|
|
|
|
14.912.000
|
|
6
|
BELANJA BARANG NON
OPERASIONAL
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Sewa LCD
danProyektor
|
1 pkt
|
6 kali
|
6 OK
|
350.000
|
2.100.000
|
|
|
Sub Jumlah 6
|
|
|
|
|
2.100.000
|
|
7.
|
BELANJA PERJALANAN
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Transportaskekakap
|
40 orang
|
16 Kali
|
640 OK
|
20.0000
|
6.400.000
|
|
|
Sub
Jumlah 7
|
|
|
|
|
6.400.000
|
|
8
|
PELAPORAN DAN PUBLIKASI
|
|
|
|
|
|
|
|
Menev Penyusunan Laporan dan Publikasi
|
|
|
|
|
|
|
|
Belanja Bahan
|
|
|
|
|
|
|
|
-
Amplop
|
1 lbr
|
10 kali
|
10 OK
|
15000
|
15.000
|
|
|
-
Materai
|
3
|
1
|
1 OK
|
6000
|
18.000
|
|
|
Belanja Barang Non Operasional
|
|
|
|
35.000
|
35.000
|
|
|
-
Pembuatan LPJ
|
5
|
|
|
20.000
|
20.000
|
|
|
-
Pengadaan LPJ
|
1
|
|
|
50.000
|
50.000
|
|
|
-
Pengirim
LPJ
|
10
|
1 kali
|
|
10.000
|
10.000
|
|
|
-
Publikasi Media Cetak
|
1
|
|
|
1.500.000
|
1.500.000
|
|
|
Sub Jumlah 8
|
|
|
|
|
1.738.000
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
JUMLAH
|
|
|
|
|
40.964.000
|
Adapun Rekapitulasi biaya yang
di butuhkan dalam program ini sebagai berikut:
|
No.
|
Kegiatan
|
Biaya
|
|
1
|
Sosialisasi Program
|
Rp. 1.980.000.-
|
|
2
|
Training I (Penanaman dan Perawatan)
|
Rp. 2.300.000.-
|
|
3
|
Training II (Pengolahan dan Pemasaran)
|
Rp. 2.000.000.-
|
|
4
|
Pengadaan Alat dan Bahan
|
Rp. 29.500.000.-
|
|
5
|
Transportasi (Tim dan Masyarakat)
|
Rp. 2.984.000.-
|
|
6
|
Administratif (Pelaporan, Publikasi)
|
Rp. 2.200.000.-
|
|
TOTAL
|
Rp. 40.9640.000,-
|
|
Comments
Post a Comment