anggaran proposal



PROPOSAL PROGRAM HIBAH BINA DESA



Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Melalui Pelatihan
Untuk Meningkatkan Keterampilan Pengolahan Minyak Kelapa
di Desa Sungai Kakap
Kabupaten Kuburaya



Oleh :
                                                 Muslimat                          (211300036/ 2017)
           


INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(IKIP-PGRI PONTIANAK)
PONTIANAK
2016

A   .       Judul
Pengentasan KemiskinanMasyarakatMelalui PelatihanUntuk Meningkatkan Keterampilan PengolahanMinyak Kelapa di DesaiSungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap
 Kabupaten Kubu Raya.

B.     Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan negari yang kaya akan kekayaan alamnya. Bahkan sebuah syarir menyebutkan indonesia sebagai “Tanah Surga”. Hal ini dikarenakan hampir semua tanaman dapat tumbuh diindonesia termasuk salah satunya tanaman kelapa. Buah kelapa adalah buah yang sering dijumpai di Desa Sungai Kakap.Desa sungai kakap sendiri adalah Desa yang terletak di Kecamatan Sungai KakapKab. Kubu Raya, Desa ini merupakan desapenghasilbuahkelapa yang cukupbesar di kecamatanSungaiKakap.KelapadariDesaSungaikakapadalahjeniskelapalokalyang memilikiumurpanjangdibandingkelapaHibrida, selainituperawatanlebihmudahdansangatcocokuntukdaerahtropisdanpesisir.Luasperkebunankelapa di DesaSungaiKakap1.960hektar,denganhasilproduksikelapaperhariberkisar20.000-25.000 bijiataujikadalambentukKopra4hingga5tonperhari,sehinggadalam1 bulanproduksikopradariDesaSungai Kakap sebesar150 ton danjikadihitungselama 1 tahun 1.800 ton.Kelapasendiri adalah hasil bumi yang dapat diolah menjadi Santan kelapa,yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk campuran sayur, makanan dll, selain itu buah kelapa juga biasanya di buat menjadi kelapa kopra, dan gulamerah/gulakelapa.
Desa Sungai Kakap merupakan salah satu Desa yang mayoritas dari penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan.Terdapat 50%penduduk bermatapencaharian sebagai petaninelayan,30% di berbagai sektor (Karyawan,Pedagang,PNS)dan 20% sisanyatidak menetap/pengangguran. Desa Sungai Kakap memiliki banyak potensi di bidang pertanian, dan perikanan dibidang pertanian khususnya kelapa. Namun sampai saat ini dengan kekayaan alam di bidang pertanian dan perikanan yang berlimpah di desa Sungai Kakap belum mampu menghantarkan kepada kemandirian pangan. Hal ini dikarenakan masyarakat belum mampu mengolah hasil bumi tersebut sebagai komoditi unggulan desa yang dapat dijadikan ikon desa yang dapat di promosikan.
Melalui pengoptimalan salah satu komuditi unggulandesa Sungai Kakap yaitu buah kelapa yang kami gagas inimerupakan salah satu langkah kami melakukan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini bertujuan mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat khususnya ibu-ibu dan pemuda-pemudi pengangguran di desa Sungai Kakap.Hal ini sejalan dengan program pemerintah Presiden Joko Widodo yang mana dalam Nawacitanya menyebutkan pentingnyaMendayagunakan potensidansumberdayalokalsesuaikarakteristikwilayah untuk di promosikan, serta perlunya pelatihan dan pengembangan keterampilan kepada masyarakat untuk kesejahtraan masyarakat.
Sejalan dengan program pemerintah Hendri Oktavia, selakuKepala Desa Sungai Kakap sempat menyebutkan bahwa masyarakat desa Sungai Kakap sangat perlu adanya pendampingan serta pelatihan dalam pengolahan buah kelapa menjadi minyak goreng. Hal ini penting agar potensi yang ada sekitar masyarakat dapat diolah dan dapat dimanfaatkan demi kemajuan masyarakat sendiri khususnya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidakbergantung kepada produkyang dikonsumsi selama ini, yang belum di ketahui keamananyabagi kesehatan.
Oleh karena itu kami dari organisasi Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HIMA PPKn) Yang merupakan salah satu organisasi mahasiswa daerah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP-PGRI Pontianak) melalui Program Hibah Bina Desa berinisiatif mengembangkan pengolahan buah kelapa untuk menambah nilai tambah atau nilai jual, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan menekan angka pengangguran yang ada di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Hal ini bukan hanya untuk mengembangkan potensi Kabupaten Kubu Raya saja melainkan guna meningkatkan perekonomian sehingga menjamin kesejahtraan dan kesehatan masyarakat sekitar Desa Sungai Kakap. Selain itu melalui program ini juga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Sehingga Harapanya kedepan Desa Sungai Kakap dapat di kenal dengan desa yang Mandiri dan kreatif karena memiliki ikon hasil bumi yang dapat di olah sendiri sehingga dapat menjadi percontohan pengolahan minyak kelapa terbaik. Sehingga mendapatkan predikatdesa MKK“Mandiri Kelas Kakap”dan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa yang memiliki potensi yang sama dengan Desa Sungai Kakap.
     
C.    Rumusan Masalah
Melihat latar belakang diatas, maka masalah yang akan dibahas dalam program ini adalah:
1.      Bagaimana cara memberdayakan peran masyarakat desa sungai kakap dan warga desa dalam rangka pembentukan kemandirian desa ?
2.      Bagaimana cara mengatasi jumlah pengangguran di desa Sungai Kakap?
3.      Bagaimana cara meningkatkan pendapatan masyarakat desa Sungai Kakap?
4.      Bagaimana cara merealisasikan home industry untuk meningkatkan added value ?
5.      Bagaimana dampak Program Hibah Bina Desa atas Pola pikir, tingkat konsumsi minyak kelapa,dan peningkatan ekonomi masyarakat desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya ?
6.      Bagaimana cara membentuk kelembagaan kelompok tani kelapa yang dapat di kelola secara mandiri oleh masyarakat dan di gunakan untuk kebutuhan masyarakat sehari hari?

D.    Tujuan
Tujuandari program iniantara lain:
1.      Memberdayakan masyarakatdesa Sungai Kakapdalam rangka pembentukankemandirian desa.
2.      Mengurangi angka kemiskinan di desa Sungai Kakap.
3.      Mengurangi pengangguran dengan membuka lapangan kerja di desa Sungai Kakap.
4.      Meningkatkan konsumsi masyarakat pada hasil bumi olahan masyarakat desa sendiri.
5.      Menciptakan sumber keuangan baru bagi masyarakat bagi masyarakat desa Sungai Kakap.
6.      Menjadikan desa Sungai Kakap sebagai center of konwledge dari tanaman kelapa.
7.      Terbentuknya suatu Unit Kelompok Tani (UTK) tani tanaman kelapa yang dapat di kelola secara mendiri oleh masyarakat.

E.     Indikator Keberhasilan Program
Indikator keberhasilan dari program ini:
1.      Pemahaman, dan meningkatnya keterampilan masyarakat desa Sungai Kakap dalam mengolahan dan pemanfaatan buah kelapa.
2.      Masyarakat dapat mengkonsumsi dan dan mengolah buah kelapa menjadi minyak kelapa.
3.      Tingkat pendapatan dan konsumsi minyak kelapa olahan masyarakat desa sungai kakap meningkat.
4.      Dapat menjual dan memasarkan produk ke berbagai UKM yang ada di sekitar Kecamatan Sungai Kakap, maupun kepada distributor resmi seperti pengusaha di berbagai kota misalnya: PT. Indofood, PT. Wings Food, dan lain-lain.


KORP MASYART TANGGAP BECANA (KMTB)
Kuliah tahan bencana
F.     Luaran yang Diharapkan
Luaran yang ingin di capai baik saat program berjalan maupun setelah program berjalan adalah masyarakat memiliki buku panduan dari panitia dan plang-plang peringatan bencana yang dibuat oleh masyarakat, diharapkan tercipta sebuah keterampilan dan kesiapan menghadapi bencana. Selain itu di harapkan pula setelah program ini berjalan di desa Sitiarjo , Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, terbentuknya lembaga lokal yang mampu mewadahi program tersebut, misalnya Korp Masyarakat Tanggap Bencana (KMTB) yang dapat digunakan sebagai wadah pendidikan masyarakat dalam menghadapi bencana dengan hasil masyarakat dapat tanggap bencana dengan benar dan tepat. Dengan keberadaan lembaga tersebut di harapkan dapat membantu masyarakat dalam pengoptimalan pendidikan  sehingga dapat melatih masyarakat untuk berlembaga dan bekerjasama satu sama lain.

G.    Kegunaan
Manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut :
1.      Meningkatnya pendapatan masyarakat karena masyarakat mendapat tambahan penghasilan selain hasil yang didapat pada pekerjaan utamanya.
2.      Mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan masyarakat di desa Sungai Kakap.
3.      Bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya tentang pengolahan minyak kelapa.
4.      Meningkatkan nilai tambah/produktivitas dari pengolahan buah kelapa.
5.      Tingkat penggunaan minyak kelapa pada masyarakat meningkat, sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan kimia dan pengawet pada minyak yang dijual di pasaran dan dapat menanggulangi penyakit.

H.    Gambaran Umum Masyarakat Sasaran
            Desa Sungai Kakap terletak di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, ProvinsiKalimantan Barat. Desa ini memiliki luas Wilayah 2.862 Ha, mayoritas penduduknya merupakan masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dan bertumpu pada sektor Pertanian dan perikanan. Pendapatan masyarakat pun tidak menentu. Hal ini dikarenakan saat musim penghujan,debit air bertambahdan pada musim barat di tandai air pasang, banjir dan angin kencang. Sehingga menyebabkan gagal panen bagi petani dan tidak dapat mengais rezeki di lautan sebagai nelayan.
            Desa sungai kakap memiliki jumlah penduduk berjumlah 11.749jiwadengan pembagian 5.875 jiwa merupakan laki-laki dan 5.874 jiwa merupakan perempuan dengan jumlah KK sebanyak2.575KK,36 % Penduduk dalam usia produktif.Hal ini menggambarkan bahwa tenaga kerja yang tersedia cukup banyak. Tetapi lapangan pekerjaan  yang tersedia belum mampu menampung mereka semua sehingga banyak dari mereka bekerja menjadi buruh serabutan dan penghasilan tidak menentu. Hal ini salah satu penyebab banyaknya pengangguran di desa Sungai Kakap.
            Menurut Hendri Oktavia, Kepala Desa Sungai Kakap sempat menyebutkan bahwa masyarakat desa Sungai Kakap sangat perlu adanya pendampingan serta pelatihan dalam pengolahan buah kelapa menjadi minyak goreng. Hal ini penting agar potensi yang ada sekitar masyarakat dapat diolah dan dapat dimanfaatkan demi kemajuan masyarakat sendiri khususnya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidakbergantung kepada produk yang belum di ketahui keamananyabagi kesehatan dari produk minyak goreng yang di konsumsi selama ini.
            Selain itu harapanya akan terbentuk suatu kelembagaan seperti Unit Kelompok Tani (UKT) tanaman kelapa yang dapat di kelola secara mandiri oleh masyarakat. Selain itu dapat di bentuk suatu industri pengolahan minyak kelapa. Sehingga harapanya kedepanya masyarakat akan memiliki pekerjaan yang tetap dan dapat di jadikan penopang perekonomian desa tersebut.
I.       Metode Pelaksanaan
Program Pengabdian masyarakat di desa Sungai Kakap ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Identifikasi Masalah



                                                                                      
(Gambar Pengolahan Buah Kelapa Pada Masyarakat Desa Sungai Kakap)
Pengolahan buah kelapa pada masyarakat desa Sungai Kakap belum lah optimal karena hanya dimanfaatkan, menjadi santankelapa dan kopra, dan gula merah/gula kelapa.
2.      Analisis Kebutuhan
Desa Sungai Kakap, merupakan salah satu desa yang mayoritas dari penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan, memiliki kelas ekonomi menengah ke bawah yang bertumpu pada sektor pertanian dan perikanan. Pendapatan masyarakat pun tidak menentu karena lapangan pekerjaan yang tersedia belum mampu menampung mereka semua sehingga banyak dari mereka bekerja menjadi buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Hasil bumi seperti buah kelapa belum mampu menghantarkan kepada kemandirian pangan, hal ini dikarenakan masyarakat belum mampu mengolah hasil bumi tersebut sebagai komoditi unggulan desa tersebut. Sehingga melalui Program Hibah Bina Desa kami berinisiatif mengembangkan pengolahan buah kelapa untuk meningkatkan nilai tambah dari pengolahan buah kelapa sehingga dapat meingkatkan pendapatan masyarakat yang ada di desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Hal ini bukan hanya untuk mengembangkan potensi Kabupaten Kubu Raya saja melainkan guna meningkatkan perekonomian sehingga menjamin kesejahtraan dan kesehatan masyarakat sekitar desa Sungai Kakap.
3.      Pemetaan Kondisi Masyarakat
Dari analisis sebelumnya akan ditemukan hubungan saling terkait antara elemen yang satu dengan lainya. Salah satunya adalah kesejahtraan, kesejahtraaan dipengaruhi oleh aspek kemampuan ekonomi dan pendidikan. Untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahtraan maka diperlukan faktor eksternal sebegai pemercepat seperti aspek kreatif dan mandiri.
4.      Tahap persiapan
a.       Koordinasi antar anggota tim dengan dosen pembimbing, untuk pembahasan pelaksanaan program dan penjadwalan.
b.      Koordinasi dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HIMA PPKn) selaku organisasi Pelaksana Program Hibah Bina Desa di desa Sungai Kakap.
c.       Koordinasi dengan Kepala Desa Sungai Kakap beserta tokoh dan perangkat desa setempat untuk sosialisasi program terkait.
d.      Pembentukan TIM Korlap (Kordinator Lapangan) dengan para pemuda-pemudi desa Sungai Kakap hal ini untuk mempermudah dalam pelaksanaan program.
e.       Survei waktu dan tempat pelaksanaan. Guna menentukan kriteria warga yang akan di ajak menjalankan program ini.
f.       Penyusunan Modul. Hal ini digunakan untuk memudahkan dalam pelaksanaan program pengolahan minyak kelapa.

1.      Tahap Pelaksanaan
a.       Tahap Sosialisasi Program Hibah Bina Desa. Sosialisasi berisi gambaran program yang akan dijalankan. Misal penjelasan awal tentang tujuan masyarakat di kumpulkan, penjelasan mengenai program-program yang akan di lakukan dan prospek dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal ini bertujuan untuk menarik simpatik warga agar bersedia bekerja sama dalam pelaksanaan program. Selanjutnya akan dilakukan pembentukan peguyuban “Bina Masyarakat Mandiri dan Berkesejahtraan” sebagai lembaga yang menangani program ini.
b.      Training I tentang pemeliharaandan pemilihan kelapa.Hal ini bertujuan untuk menjelaskan kepada masyarakat agar bagaimana cara perawatan kebun kelapa, dan pemilihan jenis-jenis kelapa, dan gambaran pasar yang akan dituju dari pengolahan minyak kelapa. Training ini di isi oleh ahli pertanian kelapa dan acara diisi dengan diskusi dan pemberian contoh langsung kepada masyarakat.
c.       Training II tentang pengolahan dan pemasaran minyak kelapa. Kegiatan ini dilakukan oleh instansi terkait (Dinas Pertanian, UMKM, dan Disperindakop) serta swasta (Pengusaha). Hal ini bertujuan membuka wawasan masyarakat dengan berbagai olahan dari buah kelapa serta bagaimana proses pemasaranya.
d.      Pelatihan promosi dan publikasi melalui situs WEB dan Sosial Media.
Dalam tahap ini masyarakat akan mendapatkan pelatihan tentang proses pembuatan WEB dan cara menggunakan sosial guna mempromosikan serta mempublikasikan produk yang mereka hasilkan, dengan demikian masyarakat juga akan menambah pengetahuanya dibidang Tekhnologi Informatika dalam proses promosi.
e.       Persiapan alat dan bahan. Sebelum dilakukan kegaiatan produksi minyak kelapa, alat dan bahan harus dipersiapkan dahulu. Tim bersama masyarakat dan HIMA PPKn bekerja sama dalam hal persiapan alat dan bahan tersebut.
f.       Pendistribusian alat dan bahan. Alat dan bahan yang telah siap lansung didistribusikan kepada kelompok peguyuban “Bina Masyarakat Mandiri dan Berkesejahtraan”. Yang merupakan bagian dari perwakilan masyarakat desa Sungai Kakap yang berkeinginan mengikuti program tersebut.
g.      Pengolahan Minyak kelapa. Dalam tahap ini mayarakat sudah mulai mengolah sendiri buah kelapa menjadi minyak kelapa yang siap untuk di kemas dan dipasarkan.
h.      Pengemasan.Dalam tahap ini masyarakat akan di pandu dengan mendesain kemasan produk yang semenarik mungkin sehingga dapat menarik perhatian konsumen.
i.        Pemasaran. Masyarakat akan dipandu dalam kegiatan pemasaran. Dalam hal ini Tim selaku fasilitator akan membantu dalam hal pencarian mitra untuk pemasaran. Misal,UKM, Toko-toko/warung, bahkan distributor resmi yang berada di kota seperti, PT. Indofood, PT. Wings food, dll. Sehingga masyarakat tidak susah dalam memasarkan produknya. Selain itu peguyuban “Bina Masyarakat Mandiri dan Berkesejahtraan” akan membuat sebuah kios untuk memasarkan di wilayah Kecamatan Sungai Kakap dan sekitarnya. Pemasaran dilakukan baik Online, maupun Offline.
2.      Tahap Evaluasi.Setelah melalui proses pemeliharaan dan pemilihan kelapa hingga pemasaran akan dilaksanakan evaluasi untuk keberjutan program ini. Kedepanya program ini akan menjadi program yang berkelanjutan sehingga tidak hanya berhenti ketika pelaksnaan program hibah bina desa ini selesai. Untuk itu dilakukan evaluasi sekaligus minotoring oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan selaku organisai Mahasiswa. Sekaligus terus mempromosikan desa Sungai Kakap, sebagai desa MKK“ Mandiri Kelas Kakap” dan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa yang memiliki potensi yang sama dengan desa Sungai kakap.

J.      Jangka Waktu Pelaksanaan
Berikut adalah jangka waktu pelaksanaan program ini:
Kegiatan
Bulan I
Bulan II
Bulan III
Bulan IV
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
Tahap persiapan
(Koordinasi, survei, dst)
















Tahap Pelaksanaan
                                                                                               
Training I
















Training II
















Pelatihan promosi dan
publikasi melalui situs WEB dan Sosial Media
















Persiapan alat dan bahan
















Pendistribusian alat dan bahan
















Pengolahan Minyak kelapa
















Pengemasan
















Pemasaran
















Tahapan Evaluasi dan Pelaporan

















K.    Kemitraan
Demi keberlansungan program ini diperlukan kerjasama dengan beberapa pihak yang dapat membantu pelaksanaan program ini, pihak-pihak tersebut di antaranya:
1.      Pemerintahan Daerah dalam hal ini pemerintah daerah Kabupaten Kubu Raya serta pemerintah Desa Sungai Kakap.
2.      Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Koperasi, Dinas UMKM dan Dinas Pariwisata selaku pihak-pihak yang dapat membantu dalam pelaksanaan program seperti penyuluhan program, penyuluhan pemeliharaan dan pemilihan jenis kelapa, penyuluhan pemasaran, permodalan, dan promosi desa Sungai Kakap sebagai kampung MKK“ Mandiri Kelas Kakap” sebagai percontohan kampung kemandirian di Kabupaten Kubu Raya.
3.      Pihak swasta, UKM dan Toko-toko dalam hal ini sebagai sasaran dari penjualan hasil olahan buah kelapa. Kedepanya tim berharap program ini dapat bermitra dengan perusahaan yang bergerak di bidang sembako, seperti PT. Indofood, PT. Wings Food dan lain-lain.\                         
4.      Bidang keilmuan, dalam hal ini Tim bersama Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran selaku fasilitator dari segi keilmuan bekerja sama dengan dosen IKIP-PGRI Pontianak, khususnya dalam pengembangan teknologi serta program ini untuk kedepanya.







L.     Rancangan Biaya
No.

Urutan Kegiatan/Belanja/Detail



Volume
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)

1.       
PERSIAPAN DAN PENGELOLAAN






1.       Belanja Bahan






-          Amplop
1 lbr
10 kali
10 OK
15000
15.000

-          Materai
1 lbr
5 kali
5 OK
6000
30.000

-          Kertas A4
2 rim
1 kali
2 OK
43000
86.000

-          Cap
1 buah
1 kali
1 OK
43000
130.000

2.       Belanja Non Operasional






-          PembuatanBukuPanduan
50 Paket
1 kali
50 OK
70.000
3.500.000,-

-          Pembuatan domain web, Hosting
1 Domain
1 kali
1 OK
1.500.000
1.500.000

-          Koordinasi
3 orang
6 Kali
18 OK
  75.000
750.000

-          Pengadaanringkasansosialisasi
50 set
50 lbr
250 OK
1000
250.000

-          PengadaanBajuPeserta
50 buah
1Kali
50 OK
60.000
3.000.000

-          PengadaanBajuPanitia
40 buah
1Kali
40 OK
60.000
2.400.000

Seluruh Jumlah 1




11.634.000

2.       
PELAKSANAAN
SOSIALISASI PROGRAM







1.       BelanjaBarang Non
Operasional






-          Sewagedung
1 Gedung
1 kali
1 OK
500.000
500.000

-          Pembuatan Benner
1 buah
1 kali
1 OK
150.000
150.000

-          Konsumsi Peserta
50 buah
1 kali
50 OK
10.000
500.000

-          Konsumsi Panitia
40 buah
1 kali
40 OK
10.000
400.000

-          Tamu Udangan
3 buah
1 kali
10 buah
10.000
 30.000

2.       Belanja Perjalanan






-          Transportasikekakap
20 orang
1 kali
20 OK
20.000
400.000

Seluruh Jumlah 2





1.980.000


TRAINING I:
PENGELUARAN






1.       BelanjaBarang Non
Operasional











-          Sewagedung
1 Gedung
1 kali
1 OK
500.000
500.000


-          Penyewaan Infocus
1 buah
1 kali
1 OK
70.000
70.000

-          Pembuatan Benner
1 buah
1 kali
1 OK
150.000
150.000

-          Konsumsi Peserta
50 buah
1 kali
50 OK
10.000
500.000

-          KonsumsiPanitia
40 buah
1 kali
40 OK
10.000
400.000

-          Tamu Udangan
3 buah
1 kali
10 buah
10.000
 30.000

-          Akomodasi Pemateri
2 Orang

1 kali
2 orang

250.000

500.000

-          Publikasi/ Dokumentasi
1
1 kali
1 OK
150.000
150.000

Sub Jumlah 3




2.300.000
3
TRAINING II:
PENGELUARAN






1.       BelanjaBarang Non
Operasional











-          Sewagedung
1 Gedung
1 kali
1 OK
500.000
500.000

-          Pembuatan Benner
1 buah
1 kali
1 OK
150.000
100.000

-          KonsumsiPeserta
50 buah
1 kali
50 OK
10.000
500.000

-          KonsumsiPanitia
40 buah
1 kali
40 OK
10.000
400.000

-          AkomodasiPemateri
2 Orang
1 kali
2 orang
     200.000
400.000

-          Publikasi dan Dokumentasi
1
1 kali
1 OK
100.000
100.000

Sub Jumlah 4




2.000.000
4.
BELANJA PENGADAAN ALAT DAN BAHAN






 Belanja bahan






-          PembelianKelapa
4000 buah
1 Kali
4000 OK
1.000
4.000.000

-          MesinParut
1 Buah
1 kali
1 OK
4.512.000
4.512.000

-          Baji
5 buah
1 kali
5 OK
1.00.000
500.000

-          Wajan
3 Buah
1 kali
3 OK
250.000
750.000

-          Parang  Kelapa
5 buah
1 kalli
5 OK
   150.000
   750.000

-          Plastik Kemasan
4000 buah
1 kali
4000 OK
1000
4.000.000

-          Mesin Perekat Plastik
1 Buah
1 kali
1 OK
400.000
400.000

Sub Jumlah 5




14.912.000
6
BELANJA BARANG NON OPERASIONAL






-          Sewa LCD danProyektor

1 pkt

6 kali

6 OK

350.000

2.100.000

Sub Jumlah 6




2.100.000
7.
BELANJA PERJALANAN






-          Transportaskekakap
40 orang
16 Kali
640 OK
20.0000
6.400.000

Sub Jumlah 7




6.400.000
8
PELAPORAN DAN PUBLIKASI






Menev Penyusunan Laporan dan Publikasi






Belanja Bahan






-          Amplop
1 lbr
10 kali
10 OK
15000
15.000

-          Materai
3
1
1 OK
   6000
18.000

Belanja Barang Non Operasional



     35.000
35.000

-          Pembuatan LPJ
5


20.000
20.000

-          Pengadaan LPJ
1


50.000
50.000

-          Pengirim LPJ
10
1 kali

10.000
10.000

-          Publikasi Media Cetak
1


1.500.000
1.500.000

Sub Jumlah 8




1.738.000








JUMLAH




40.964.000

Adapun Rekapitulasi biaya yang di butuhkan dalam program ini sebagai berikut:

No.
Kegiatan
Biaya
1
Sosialisasi Program
                Rp. 1.980.000.-
2
Training I (Penanaman dan Perawatan)
Rp.   2.300.000.-
3
Training II (Pengolahan dan Pemasaran)
Rp.   2.000.000.-
4
Pengadaan Alat dan Bahan
Rp. 29.500.000.-
5
Transportasi (Tim dan Masyarakat)
Rp.   2.984.000.-
6
Administratif (Pelaporan, Publikasi)
Rp.   2.200.000.-
TOTAL
 Rp. 40.9640.000,-

Comments

Popular posts from this blog

Apresiasi penanaman mangrove oleh mahasiswa STAIM Mempawah bersama pemerintah setempat